Minggu, 23 April 2017

Bagiku hal yang sederahan namun bahagia adalah melihat senyummu, Selain itu aku belum menemukanya.

?



Terkadang aku benci jika mengingatmu

Ujungnya aku rindu sendirian

Lalu melepaskannya pada siapa ?


Minggu, 16 April 2017

Bangkit


Melihat petir cahayanya sekejap
Angin bersiul mengobati telinga
Bersandar dengan kursi yang rapuh
Seseorang lontarkan bau mulutnya
Persetan dengan mereka

Menjual karya dan menjadi jutawan
Akan aku sumpal mulutmu
Mereka histeri tak sadarkan diri
Bermain dengan karya cantik

Persetan kalian, omong kosong itu mudah
Lihat dunia sedang mengakuiku
Menjual karya bukan bualanmu
Tersenyum menggelitik pesonan dengan karya.

Kau mengerti maksudku kan ?

Sabtu, 15 April 2017

Tidak Adil


Lalu kini aku harus memikul cerita terdahulumu, biar saja kau mengelabuiku malam ini tapi tidak untuk malam berikutnya. kau berkata “Jangan tinggalkan aku hanya bertemu denganya, tidak lebih”
Jika ada kata adil aku ingin bertanya denganmu, adil itu seperti apa ?
Bersikap semaumu, mana kata saling menghargai ? caramu kotor, maaf aku tidak menerima hati yang dibagi-bagi.

Silakan kau menumuinya kembali tapi ingat jangan pernah menemuiku, kelak kau tidak akan menemui persisku disiapupun itu.

Jumat, 14 April 2017

Terkadang


Terkadang kita itu harus berjarak agar mengenal rindu,
Terkadang kita harus menghargai waktu agar lebih menghargai pertemuan,
Terkadang kita harus mebiasakan dengan keadaan jikalau nanti kita berbeda !


Kehilangan



   Bisa dibilang kali ini aku mengalami tingkat sepi paling mengerikan, aku harap sih kau tidak mengalaminya. aku hampir sekarat. aku yakin mungkin kau tidak akan kuat bisa saja kau terjun payung lalu menghembuskan nafas terakhir. Mencari-cari kabarmu tidak ada titik temunya, Mungkin saja kau sedang menikmati dunia baru atau mungkin kau juga memikirkan apa yang aku lamunkan setiap malamnya, entahlah hanya kau yang tahu. kali ini bintang yang memancarkan sirnanya, pelangi yang datang  amat biasa, tak ada yang istimewa, mungkin bagiku hanya kau yang istimewa. ini apa ? apa yang aku rasa ? inikah rasanya kehilangan ? seperti tanpa arah tanpa tujuan. kehilanganmu sangat menyebalkan.           

Berbeda

Coba Lihat Romanku kala kau melangkah jauh, mataku memerah ini bukan perkara debu jalanan, melainkan menyangkut hati yang sedikit terkikis. kini semangatku tidak seperti hari kemarin, kini malamku tak lagi denganmu, pagiku tak lagi denganmu. waktu sesingkat itu memang, kini kau menjelma seperti orang asing. kau tak pernah lagi menyapa. mungkin namaku terkikis oleh waktu, bisa saja memudar. kejam memang dulu kita saling memberi, saling mengawasi, kini hanya aku yang mengawasimu meski dalam jarak. biarlah semesta menjadi saksi sesungguhnya rasaku masih seperti kemarin, tidak sedikitpun berubah.